Skip to main content

Pilpres 2019, Media Sosial Lebih dari Televisi


Pemilihan presiden yang diadakan pada Rabu, 19 April menimbulkan berbagai macam reaksi bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia. Antusiasme dan euforia pemilu ditunjukkan oleh masyarakat mulai usia remaja sampai lansia. Di tengah kemajuan teknologi sekarang ini, media sosial ternyata mampu menjadi tempat kampanye, dukungan, sindiran, dan juga argumentasi masyarakat Indonesia.
Kedua paslon, yaitu Jokowi-Ma’ruf dan Probowo-Sandi, masing-masing memanfaatkan media sosial sebagai salah satu alat dalam berkampanye. Dalam kampanye melalui media sosial, masing-masing memposting mengenai informasi-informasi pemilu serta kegiatan mereka selama mengadakan kegiatan kampanye.
Tidak hanya untuk berkampanye, setelah pemilihan umum dilaksanakan masing-masing paslon juga memberikan postingan-postingan tentang kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan pasca pemilu. Yang menarik dalam masing-masing media sosial pendukung kedua paslon, dua-duanya mengucapkan selamat atas kemenangan kedua pasangan yang mencalonkan diri pada Pilpres 2019 ini. Hal ini menjadi menarik dan memancing hampir 15.000 komentar.
Media sosial menjadi media yang sangat-sangat banyak diakses pada zaman sekarang. Keberadaannya pun bisa dibilang menyaingi televisi, mengapa demikian? Dengan media sosial, berita mampu diterbitkan sesaat setelah suatu kejadian baru saja terjai. Media sosial juga mampu diakses dimanapun dan kapanpun tanpa ada batasan antara ruang dan waktu, dan siapa saja bisa mengakses tanpa adanya batasan usia.
Tidak hanya postingan yang keluarkan oleh masing-masing Palon, postingan-postingan yang dikeluarkan oleh berbagai macam sumber dalam sosial media juga mampu menarik banyak perhatian warga masyarakat Indonesia. Hal tersebut menimbulkan banjirnya informasi-informasi mengenai pilpres 2019 ini, baik informasi yang dapat dipercaya kebenarannya, maupun informasi bodong atau “Hoaks”.
Banyak masyarakat Indonesia yang mampu menyaring informasi yang akan mereka terima, tetapi sayangnya,banyak juga masyarakat Indonesia lebih mempercayai berita di media sosial ketimbang melakukan pengecekkan kembali di televisi dan media massa lainnya. Hal ini menjadi salah satu pemicu timbulnya ejekan bdan argumentasi atau bahkan bisa dikatakan ‘perang’ dalam media sosial. Keadaan tersebut bahkan terus berlanjut hingga saat ini
Antusiasme dan euforia masyarakat Indonesia akan dilaksanakannya pilpres ini merupakan hal yang baik karena dengan demikian maka seharusnya pilpres bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya sehingga angka golput menjadi turun. Hal ini ternyata memang terbukti, pilpres tahun ini mampu menurunkan angka golput sebanyak hampir 8%, dari 30,45% pada pipres 2014 menjadi 22,5% pada tahun ini.
Media sosial memang mampu memberikan informasi yang sangat cepat dibandingkan televisi, tetapi ada baiknya, bagi kita warga masyarakat Indonesia untuk lebih bijaksana lagi dalam menyaring berita dan informasi serta dalam memanfaatkan media sosial yang kita miliki.

Comments

Popular posts from this blog

Tubuh Mungil Penggendong Cobek

Setiap manusia memiliki masa-masa dalam kehidupannya, mulai dari bayi, batita, balita, kanak-kanak, remaja,dewasa, hingga tua. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, mereka ingin anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dari orangtuanya.  Apapun mereka lakukan sekuat tenaga, tetapi tidak ada daya yang cukup untuk memenuhi hasrat tersebut. Kemiskinan menjadi penghalang bagi merek untuk mewujudkan mimpi kepada anak-anaknya. Masa kanak-kanak semestinya dilalui dengan bermain dengan teman-teman Sekolah, tetapi tidak dengan anak penggendong cobek batu yang hampir setiap hari harus berjualan cobek batu keliling dengan pikulan berat di bahunya. Masa bermain Bersama dengan teman-teman terpaksa harus dilewati demi memberikan kehidupan yang sedikit lebih layak kepada keluarganya.  Melihat anak-anak seumurannya yang lain bermain, rasa iri seringkali muncul di benak Jajang s eorang anak laki-laki berusia 10 tahun asal Padalarang, Jawa Barat. Di usian...

INI RASANYA BEKERJA DI PERUSAHAAN ASING

Wawancara: Business Performance Management Officer HSBC Indonesia HSBC Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbankan swasta-asing terbaik dan terkemuka di Indonesia yang kini telah menjadi bank swasta-lokal hasil merger dengan bank Ekonomi. HSBC sendiri merupakan singkatan dari Hongkong Shanghai Banking Corporation. Minggu (10/03), merupakan hari dimana saya memiliki kesempatan untuk mewawancarai salah satu karyawan bank HSBC untuk menanyakan beberapa hal mengenai bagaimana bekerja di perusahaan jasa perbankan terkemuka di Indonesia saat ini. Alfeus Sindhu Zefanya (32), seorang Business Performance Management Officer dari bank HSBC Indonesia, yang juga merupakan teman saya akhirnya dapat meluangkan waktunya ditengah kesibukannya beraktivitas. Sindhu, atau yang biasa dipanggil mas Sindhu merupakan salah satu karyawan yang sudah cukup lama bekerja di bank terkemuka ini, 8 tahun. Bergabung dengan bank HSBC sejak tahun 2011 membuat Sindhu ...