Wawancara: Business Performance Management Officer HSBC Indonesia
HSBC Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak di bidang jasa perbankan swasta-asing terbaik dan terkemuka di
Indonesia yang kini telah menjadi bank swasta-lokal hasil merger dengan bank Ekonomi. HSBC sendiri merupakan singkatan dari
Hongkong Shanghai Banking Corporation. Minggu (10/03), merupakan hari dimana
saya memiliki kesempatan untuk mewawancarai salah satu karyawan bank HSBC untuk
menanyakan beberapa hal mengenai bagaimana bekerja di perusahaan jasa perbankan
terkemuka di Indonesia saat ini.
Alfeus Sindhu Zefanya (32), seorang Business
Performance Management Officer dari bank HSBC Indonesia, yang juga merupakan
teman saya akhirnya dapat meluangkan waktunya ditengah kesibukannya
beraktivitas. Sindhu, atau yang biasa dipanggil mas Sindhu merupakan salah satu
karyawan yang sudah cukup lama bekerja di bank terkemuka ini, 8 tahun.
Bergabung dengan bank HSBC sejak tahun 2011 membuat Sindhu sangat paham
bagaimana suasana kerja serta budaya di HSBC.
Sebagai fresh
graduate pada tahun 2011, Sindhu mendapat indormasi tentang lowongan
pekerjaan di bank HSBC melalui job fair yang didatanginya di Senayan City.
Berbekal CV yang disiapkan dalam sebuah USB, ia mendatangi booth HSBC dan menyerahkan berkas
CV hingga mendapat panggilan dan mengikuti test yang diperlukan serta
akhirnya diterima bekerja di bank tersebut.
Bergabung dengan team Retail Banking and Wealth
Management (RBWM) COO Office, job desk
yang dimiliki ialah data consolidating,
data compiling, dan data validating, dimana ia harus
memroses data tersebut untuk nantinya dikirimkan kepada Head of Business dan regulator perusahaan HSBC seperti Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Selama 8 tahun bekerja di HSBC terutama sebagai
seorang Business Officer, ternyata cukup banyak kesulitan yang ditemui dalam
pekerjaan. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengumpulkan data dari
departemen lainnya. HSBC memiliki budaya kerja dimana karyawan tidak hanya
dituntut untuk bekerja seperti robot, tetapi setiap karyawan juga dituntut
untuk memiliki kreativitas sehingga mereka mampu mengembangkan diri dengan baik
dan mampu bersaing satu dengan yang lain.
Bekerja bagaikan
robot. Setiap karyawan memiliki
tugas harian yang cukup banyak ditambah harus mengumpulkan data dan update
report bulanan bahkan mingguan yang harus diberikan kepada Sindhu sebagai
Business Officer. Dibalik bekerja bagaikan robot tersebut, fasilitas yang
didapatkan oleh masing-masing karyawan cukup membuat mereka, salah satunya
Sindhu betah bekerja di perusahaan swasta-lokal ternama ini.
Fasilitas
kesehatan baik itu rawat jalan maupun rawat inap yang ditanggung oleh
perusahaan sebesar 90%, kesehatan mata dan gigi yang masing-masing ditanggung
sebesar Rp 2.000.000,- dan Rp 1.500.000,-, tunjangan hari raya setiap natal dan
lebaran, serta bonus performance pun akan didapatkan setiap tahunnya. Cuti
hamil selama tuga bulan bagi kaum wanita, bahkan cuti menjaga istri pasca
melahirkan pun akan diberikan selama satu minggu kepada kaum pria.
Hal tersebut ternyata kurang memberi kepuasan bagi
Sindhu, sehingga ia berpikiran untuk mencari pekerjaan yang lebih baik lagi
dibandingkan di bank HSBC Indonesia.

Comments
Post a Comment